Jumat, 15 September 2023

Pembatik

 https://apqdjezbfonrzj5stlzcqw.on.drv.tw/sac%202/latihan%204/

Kkkkk

Rabu, 11 Januari 2023

Laporan KKG PAI Keling 2022


Sebagai seorang tenaga pendidik, guru harus memiliki kompetensi dan keahlian mumpuni sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. 

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 Pasal 20 ayat b menyatakan bahwa dalam rangka melaksanakan tugas keprofesionalannya, guru berkewajiban meningkatkan dan mengembangkan kualifikasi akademik dan kompetensi secara berkelanjutan sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni.

Undang-undang di atas sudah memberikan gambaran jelas bahwa tenaga pendidik harus memiliki kualitas unggul, sehingga bisa menghasilkan generasi unggul pula. Kualitas pendidik ditentukan oleh kualitas kompetensi yang dimilikinya. 

Oleh karena itu, pendidik/guru harus memiliki wadah tersendiri untuk meningkatkan profesionalitas kerjanya. Wadah yang memungkinkan adalah KKG sesuai dengan Mata Pelajaran yang diampunya. Dan sebagai Guru Pendidikan Agama Islam, maka di Kecamatan Keling dibentuk KKG PAI Sultan Hadlirin.

Sebagai bukti keaktifan guru dalam kegiatan KKG diperlukan Laporan Kegiatan Kolektif yang dilampirkan dalam SKP dan Hapak Tahunan.

KKG 2022 Semester 1

Laporan Kegiatan

Undangan KKG

Daftar Hadir

KKG 2022 Semester 2

Laporan Kegiatan

Undangan KKG

Daftar Hadir

Sabtu, 27 Agustus 2022

Budaya Positif Sekolah



Lingkungan sekolah yang aman dan nyaman sudah pasti menjadi dambaan setiap warga sekolah, baik itu guru, tenaga kependidikan, murid maupun orang tua murid. Namun, sudahkan lingkungan seperti itu dapat kita jumpai di setiap sekolah? Mari kita mencari jawabannya dengan merefleksi diri dan merasakan dengan hati, bagaimana lingkungan sekolah kita.

Standar Pendidikan Nasional menyebutkan :

Dalam rangka menciptakan lingkungan yang positif maka setiap warga sekolah dan pemangku kepentingan perlu saling mendukung, menghayati, dan menerapkan nilai-nilai kebajikan yang telah disepakati bersama. Untuk dapat menerapkan tujuan mulia tersebut, maka seorang pemimpin pembelajaran perlu berjiwa kepemimpinan sehingga dapat mengembangkan sekolah dengan baik agar terwujud suatu budaya sekolah yang positif sesuai dengan standar kompetensi pengelolaan yang telah ditetapkan.

Rasa aman dan nyaman tersebut akan dapat kita rasakan jika di lingkungan sekolah sudah tertanam budaya positif. Karena itu budaya positif juga mampu mendorong murid untuk bepikir, bertindak secara mandiri dan bertanggungjawab dalam proses belajar untuk menemukan kemerdekaannya.

Membahas tentang budaya positif, ada satu kata yang sangat lekat dalam proses penumbuhan budaya, yaitu kata disiplin. Disiplin merupakan upaya yang dilakukan seseorang untuk mendapatkan kepatuhan, sehingga terkadang disiplin berkecenderungan memunculkan ketidaknyamanan.    

Tujuan mulia dari penerapan disiplin positif adalah agar terbentuk murid-murid yang berkarakter, berdisiplin, santun, jujur, peduli, bertanggung jawab, dan merupakan pemelajar sepanjang hayat sesuai dengan standar kompetensi lulusan yang diharapkan.  

Bapak Pendidikan kita, Ki Hajar Dewantara menyatakan bahwa “dimana ada kemerdekaan, disitulah harus ada disiplin yang kuat. Sungguhpun disiplin itu bersifat ‘self discipline’ yaitu kita sendiri yang mewajibkan kita dengan sekeras-kerasnya, tetapi itu sama saja; sebab jikalau kita tidak cakap melakukan self discipline, wajiblah penguasa lain mendisiplin diri kita. Dan peraturan demikian itulah harus ada di dalam suasana yang merdeka.

(Ki Hajar Dewantara, pemikiran, Konsepsi, Keteladanan, Sikap Merdeka, Cetakan Kelima, 2013, Halaman 470)

Karena itulah, sebagai pendidik kita perlu menguatkan disiplin positif di lingkungan sekolah kita agat tumbuh dan berkembang menjadi budaya positif sekolah.

Bagaimana upaya kita menumbuhkan budaya positif di sekolah?

1.    Mulai dari diri sendiri

Jadilah guru yang pantas menjadi teladan murid, ubah paradigma stimulus respon kepada pendekatan teori kontrol.

Stephen R. Covey (Principle-Centered Leadership, 1991) mengatakan bahwa,

“..bila kita ingin membuat kemajuan perlahan, sedikit-sedikit, ubahlah sikap atau perilaku Anda. Namun bila kita ingin memperbaiki cara-cara utama kita, maka kita perlu mengubah kerangka acuan kita. Ubahlah bagaimana Anda melihat dunia, bagaimana Anda berpikir tentang manusia, ubahlah paradigma Anda, skema pemahaman dan penjelasan aspek-aspek tertentu tentang realitas”.

2.    Berkolaborasi dengan rekan guru dan pemangku kepentingan sekolah

Diperlukan kerjasama dan dukungan semua elemen pendidikan dalam menyusun program kegiatan pembiasaan positif sekolah.

3.    Membuat kesepakatan kelas/sekolah

Untuk memunculkan nilai-nilai kebajikan universal yang disepakati bersama sehingga akan menumbuhkan motivasi intrinsik dari murid.

4.    Tuntun murid menemukan dunia berkualitas

Cari tahu dari 5 kebutuhan dasar manusia, kebutuhan dasar apa yang belum terpenuhi sehingga memicu murid/warga sekolah melakukan pelanggaran, selanjutnya berikan solusi untuk memenuhinya.

5.    Gunakan posisi kontrol yang tepat

Melanggar aturan merupakan sifat alami manusia, karena itu diperlukan orang lain yang mengontrol dirinya jika dia tidak bisa mengontrol dirinya sendiri.

6.    Lakukan segitiga restitusi dalam menyelesaikan masalah

Mencari siapa yang bersalah bukanlah tujuan penyelesaian masalah, namun menumbuhkan kesadaran diri tentang kesalahan yang dilakukan dan upaya dari dalam diri sendiri menemukan solusi perbaikan diri.


Kamis, 23 Juni 2022

Implementasi Kurikulum Merdeka KKG-PAI Kecamatan Keling


Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

Salam Silaturrahim semoga jalinan ukhuwah kita tetap dalam lindungan Allah SWT, segala aktifitas kita senantiasa dalam bimbingan dan ridlo-Nya. Pada Tahun Pelajaran ini, kita memasuki babak baru pendidikan di Indonesia dengan diluncurkannya Kurikulum Merdeka. Sudah siapkah kita dalam menghadapinya? Mari kita saling berbagi informasi tentang Kurikulum Merdeka.

Buku Kelas Rendah 

Buku Kelas Tinggi

RPP PAI Kelas 1

RPP PAI Kelas 4

Merdeka Belajar  Link Lengkap PAUD-SMA

Teruslah berbagi untuk kemajuan pendidikan di Indonesia.

Mohon Like & Subcribnya 

Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Selasa, 07 Juni 2022

Refleksi Satu Pendidikan Guru Penggerak


 

Pada penulisan juranal pertama ini saya mengadopsi model 1: 4F (Facts, Feelings, Findings, Future) 4F merupakan model refleksi yang dikembangkan oleh Dr. Roger Greenaway. 4F dapat diterjemahkan menjadi 4P (Peristiwa, Perasaan, Pembelajaran, Penerapan)

Facts (Peristiwa)

Awalnya saya mengikuti seleksi Calon Guru Penggerak (CGP) karena ada rasa penasaran, apa itu guru penggerak. Sehingga ketika Kepala Sekolah dan Pengawas Sekolah menyampaikan informasi itu, saya tergerak ikut mendaftar hanya sekedar coba-coba. Ketika ternyata saya lolos seleksi tahap 1 dan 2 saya pun masih belum tahu apa yang harus saya lakukan. Sampai ketika saya mempelajari Modul 1.1 pada minggu ini , baik dari belajar mandiri, diskusi kelompok berkolaborasi dengan teman-teman sesama CGP, diskusi dengan Pengajar Praktik, Fasilitaor dan Instruktur, ternyata banyak hal dalam pembelajaran yang sudah saya lakukan selama ini masih kurang sesuai atau bisa dikatakan salah. Menjadi guru tidak hanya untuk menjadikan murid menjadi pintar secara intelektual saja, ada yang lebih penting dari itu, yaitu membuat mereka cakap dan cerdas emosi serta spiritualnya. Menjadi guru  semestinya bisa menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan bukan malah menegangkan, pembelajaran itu harus menuntun bukan menuntut, pembelajaran dilandasi dengan kemerdekaan bukan pengekangan, agar kita bisa membawa murid-murid kita menuju keselamatan dan kebahagiaannya tanpa tanpa ada embel-embel karena kewajiban.

Tentunya banyak sekali hal yang harus saya ubah dalam menyampaikan pembelajaran untuk bisa mewujudkan tujuan tersebut.

Di sinilah saya mendapat pelajaran baru bahwa untuk menjadi guru yang benar-benar bisa digugu dan ditiru tidaklah mudah, butuh proses dan belajar terus menerus. Saya merasa sangat senang mendapat kesempatan mengukuti Program Pendidikan Guru Penggerak, inilah kesempatan saya untuk bisa mengembangkan diri, merefleksikan semua yang sudah saya lakukan. Ketika di awal saya hanya coba-coba tanpa mengerti tujuan, sekarang saya harus membulatkan  niat untuk bisa merubah diri saya manjadi lebih baik dari diri saya yang kemarin, bukan berkeinginan agar lebih baik dari orang lain.

Untuk bisa mewujudkan niat tersebut, hambatan dan tantangan pasti ada. Pertama hambatan dari diri sendiri, kurangnya pengetahuan dan wawasan dalam ilmu pembelajaran, menjadi guru juga harus menguasai ilmu psikologi. Yang kedua hambatan dari lingkungan, baik lingkungan sekolah, keluarga maupun masyarakat. Selama mengikuti pendidikan, tidak boleh saya harus mengorbankan waktu interaksi dengan lingkungan terlebih dengan keluarga sehingga saya juga harus belajar mengatur waktu sebaik-baiknya agar tugas-tugas bisa terselesaikan dengan baik dan tuntutan sosial juga tidak terabaikan.

Hambatan bukan untuk dihindari, tapi hambatan adalah untuk ditaklukkan. Alhamdulillah selama mengikuti pendidikan dalam minggu ini, saya menemukan teman-teman yang hebat, saling mendukung dan memotivasi.


Feelings (Perasaan)

Memang pembelajaran melalui LMS bukan kali pertama yang saya ikuti, karena sebelumnya saya juga beberapa kali mengikuti bimtek yang diselenggarakan Kemenristek melalui portal SIMPKB dengan Seri Guru Belajarnya. Namun dalam pembelajaran Pendidikan Guru Penggerak saya merasakan hal yang berbeda, apalagi ketika melihat jadwal yang cukup padat. Ada perasaan takut, mampukah saya menyelesaikannnya? Tambah lagi di sekolah juga banyak tugas lain yang harus terselesaikan, ada administrasi BOS, pekerjaan OPS, bahkan sampai agenda pengecatan ruang kelas dan kantor. Namun saya mengganggap ini adalah proses yang harus saya lewati untuk bisa berubah, dan saya merasa beruntung bertemu dengan teman-teman guru hebat yang banyak memberi inspirasi saya. Saya akan berusaha untuk mengambil nilai-nilai positif yang saya dapatkan selama pembelajaran berlangsung

 

Findings (Pembelajaran)

Banyak sekali pengalaman baru yang saya peroleh selama pembelajaran berlangsung, selama ini saya mengenal konsep pemikiran KHD hanyalah Tut Wuri Handayani. Namun ternyata masih banyak konsep pemikiran beliau yang belum saya ketahui, dan ini membuat saya merasa sangat kecil dan belum mengerti apa-apa tentang pendidikan. Melalui pembelajaran ini saya jadi mengetahui ada merdeka belajar, menghamba pada murid, mendidik adalah menuntun, dan masih banyak lagi yang semaunya itu bermuara pada terbentuknya budi pekerti yang luhur.

 

Future (Penerapan)

Semua pengetahuan dan informasi yang saya peroleh selama pembelajaran ini tentunya tidak akan bermanfaat dan berdampak apa-apa kalau hanya tersimpan sebagai pengetahuan semata.

Sebagai seorang guru saya punya mimpi suatu saat nanti murid-murid saya ada yang menjadi pemimpin bangsa, setidak-tdaknya murid-murid saya harus lebih dibandingkan gurunya. Dengan menyadari kelemahan dan kekurangan saya dalam melaksanakan pembelajaran selama ini, saya bertekad akan mengubah cara dan pola pembelajaran konvensional yang jauh dari konsep pemikiran KHD. Pertama saya akan mengajarkan anak dengan memberi tuntunan melalui teladan, kemudian berusaha lebih mengenala karakteristik masing-masing murid sehingga bisa memberi melaksanakan pembelajaran sesuai dengan kodrat mereka, juga akan berusaha membuat kondisi sekolah yang menyenangkan sehingga bisa membuat anak rindu sekolah.


Kamis, 31 Maret 2022

Menghadapi Ujian Sekolah SD 2022


Assalamu’alaikum …

 Sebentar lagi Ujian Sekolah akan kita hadapi, banyak hal yang harus dipersiapkan. Bagaimanpun juga Ujian Sekolah masih menjadi penentu keberhasilan kita dalam menyelenggarakan proses KBM di sekolah. Beberapa saat menjelang ujian sekolah banyak siswa yang mengalami stres, cemas dan takut. Kondisi seperti ini sangat sering terjadi karena siswa merasa takut akan hasilnya yang kurang memuaskan. Saking stresnya ada juga siswa yang mengeluh hingga memiliki berbagai alasan untuk tidak masuk sekolah. Daripada melakukan hal-hal seperti itu sebaiknya menggunakan waktu yang dimiliki untuk belajar materi pelajaran yang diujikan. Selain itu, ada beberapa tips menghadapi ujian sekolah yang bisa kamu terapkan. 

Download Buku Kegiatan Ramadhan    + Cover

Inilah 6 Tips Menghadapi Ujian Sekolah 

1. Belajar dari Jauh-jauh Hari

Kebiasaan buruk yang sering dilakukan oleh siswa adalah belajar dengan menggunakan sistem kebut semalam (SKS). Sistem belajar seperti ini kurang efektif karena hanya akan membuat kamu menjadi kekurangan waktu untuk istirahat. Waktu istirahat yang kurang tentu bisa berakibat buruk karena menjadi mengantuk dan kurang fokus ketika mengerjakan soal-soal ujian.

Kekurangan waktu istirahat juga akan membuat otak tidak bekerja dengan maksimal dan otak menjadi lebih sering blank. Kondisi ini mengakibatkan kamu kesulitan mengerjakan soal yang diberikan dan kehilangan konsentrasi. Supaya kejadian ini tidak menimpa kamu sebaiknya belajar dari jauh-jauh hari karena cara ini sangat efektif dan hasilnya juga lebih optimal.

2. Ciptakan Suasana Belajar yang Nyaman 

Belajar menjadi kunci keberhasilan kamu saat mengerjakan soal-soal ujian. Namun, tidak jarang siswa beralasan malas belajar karena belajar itu merupakan aktivitas yang membosankan. Padahal ada beberapa cara yang bisa dilakukan supaya belajar menjadi menyenangkan. 

Agar mood belajar kamu lebih baik disarankan untuk menciptakan suasana belajar yang nyaman dan menyenangkan. Pastikan suasana yang tercipta sesuai dengan kepribadianmu. Misalnya belajar di kamar yang bersih dan senyap, belajar di taman belakang rumah, dan sebagainya. Dengan menciptakan suasana yang nyaman tentu akan membuat kamu menjadi lebih betah belajar dalam jangka waktu yang lama. 

3. Sering Mengikuti Belajar Kelompok 

Jika kamu bosan belajar sendirian di rumah, tidak ada salahnya untuk mengikuti belajar kelompok. Kamu bisa mengajak teman-temanmu untuk belajar bareng supaya tercipta suasana belajar yang santai dan nyaman. Jumlah teman yang diajak tidak perlu terlalu banyak. Dua atau tiga orang saja sudah cukup untuk meminimalisir terlalu banyak mengobrol dan bercanda sehingga menjadi tidak fokus belajar. 

4. Pelajari Kisi-kisi Ujian 

Sebelum ujian sekolah berlangsung biasanya guru akan memberitahu kisi-kisi soal yang sering muncul di ujian. Soal-soal yang muncul di ujian tidak akan jauh-jauh dari kisi-kisi tersebut. Maka dari itu, kamu harus mempelajari kisi-kisi tersebut dengan sangat baik. Perlu diketahui jika kisi-kisi ini akan memudahkan kamu belajar dikarenakan materi pelajaran yang perlu dipelajari sudah tercantum dalam kisi-kisi tersebut. Jadi, kamu tidak perlu takut dan cemas lagi.

Download kisi-kisi PAI di sini 

5. Berlatih Mengerjakan Soal-soal 

Tips menghadapi ujian sekolah selanjutnya yaitu dengan memperbanyak berlatih mengerjakan soal-soal. Setelah kamu mempelajari dan memperdalam materi pelajaran, agar lebih menguasainya sebaiknya mengerjakan latihan soal. Dengan memperbanyak berlatih mengerjakan soal maka kamu akan terbiasa untuk mengerjakan berbagai tipe soal dan cara penyelesaiannya.

Karena itu, yuk kita mulai belajar dari sekarang. Klik tautan berikut ini :

Simulasi Ujian Sekolah PAI Paket 1

Simulasi Ujian Sekolah PAI Paket 2

Simulasi Ujian Sekolah PAI Paket 3

Simulasi Ujian Sekolah PAI Paket 4

Simulasi Ujian Sekolah PAI Paket 5

6. Jagalah Kesehatan  

Segala persiapan menjelang ujian yang sudah dilakukan akan sia-sia jika kondisi tubuhmu drop sehingga jatuh sakit. Ketika tubuh dalam kondisi tidak fit tentu akan menurunkan semangat belajar. Jika tidak menginginkan kondisi ini menimpa kamu berarti harus menjaga kesehatan dengan baik. Caranya yaitu dengan rutin berolahraga dan menjaga pola makan sehat. 

Itulah informasi tentang 6 tips menghadapi ujian sekolah. Pada intinya sebelum ujian sekolah diadakan kamu harus mempersiapkannya dengan baik, salah satunya dengan belajar. Selain itu, kamu bisa menerapkan tips-tips yang disampaikan diatas. Dengan persiapan yang matang, ujian sekolah tidak lagi menjadi momok yang menakutkan untuk kamu lewati!

Wassalamu'alaikum...

Senin, 24 Mei 2021

LAPORAN KKG BERSAMA (KKG KELAS, KKG-PAI dan KKG-PJOK)


Alhamdulillahirabbil 'alamin, puji syukur atas segala nikmat yang telah diberikan Allah SWT kepada kita semua sehingga kita semua masih bisa menjalankan tugas dan kewajiban kita. Sebagai ikhtiar kami Pengurus KKG se-Kecamatan Keling tahun 2021 dalam upaya untuk meningkatkan kompetensi guru di Kecamatan Keling, maka kegiatan KKG yang biasanya rutin kita laksanakan secara offline untuk saat ini kami selengarakan secara daring. Kegiatan awal ini kami laksanakan bersama dengan antar KKG yang ada di Kecamatan Keling. Hal ini kami lakukan untuk menyikapi laporan Pengembangan Diri yang pastinya kita butuhkan dalam lapiran HAPAK akhir tahun.

Berikut ini laporan kegiatan yang bisa diunduh :




Semoga kegiatan yang telah kita laksanakan memberi manfaat bagi kita semua, dan laporan ini bisa membantu panjenengan dalam melengkapi administrasi akhir tahun.

Terimakasih atas kerjasamanya.

Salam Silaturrahim
Tetap Kompak, dan
Sehat Selalu