https://apqdjezbfonrzj5stlzcqw.on.drv.tw/sac%202/latihan%204/
saling berbagi untuk menggapai ridlo ilahi
Undang-Undang Republik
Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 Pasal 20 ayat b menyatakan bahwa dalam rangka
melaksanakan tugas keprofesionalannya, guru berkewajiban meningkatkan dan
mengembangkan kualifikasi akademik dan kompetensi secara berkelanjutan sejalan
dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni.
Undang-undang di atas
sudah memberikan gambaran jelas bahwa tenaga pendidik harus memiliki kualitas
unggul, sehingga bisa menghasilkan generasi unggul pula. Kualitas pendidik
ditentukan oleh kualitas kompetensi yang dimilikinya.
Oleh karena itu,
pendidik/guru harus memiliki wadah tersendiri untuk meningkatkan profesionalitas
kerjanya. Wadah yang memungkinkan adalah KKG sesuai dengan Mata Pelajaran yang
diampunya. Dan sebagai Guru Pendidikan Agama Islam, maka di Kecamatan Keling
dibentuk KKG PAI Sultan Hadlirin.
Sebagai bukti keaktifan
guru dalam kegiatan KKG diperlukan Laporan Kegiatan Kolektif yang dilampirkan
dalam SKP dan Hapak Tahunan.
KKG 2022 Semester 1
KKG 2022 Semester 2
Lingkungan sekolah yang aman dan nyaman sudah pasti menjadi dambaan
setiap warga sekolah, baik itu guru, tenaga kependidikan, murid maupun orang tua
murid. Namun, sudahkan lingkungan seperti itu dapat kita jumpai di setiap
sekolah? Mari kita mencari jawabannya dengan merefleksi diri dan merasakan
dengan hati, bagaimana lingkungan sekolah kita.
Standar
Pendidikan Nasional menyebutkan :
Dalam rangka
menciptakan lingkungan yang positif maka setiap warga sekolah dan pemangku kepentingan
perlu saling mendukung, menghayati, dan menerapkan nilai-nilai kebajikan yang
telah disepakati bersama. Untuk dapat menerapkan tujuan mulia tersebut, maka
seorang pemimpin pembelajaran perlu berjiwa kepemimpinan sehingga dapat
mengembangkan sekolah dengan baik agar terwujud suatu budaya sekolah yang
positif sesuai dengan standar kompetensi pengelolaan yang telah ditetapkan.
Rasa aman dan nyaman tersebut akan dapat kita rasakan jika di
lingkungan sekolah sudah tertanam budaya positif. Karena itu budaya positif
juga mampu mendorong murid untuk bepikir, bertindak secara mandiri dan
bertanggungjawab dalam proses belajar untuk menemukan kemerdekaannya.
Membahas tentang budaya positif, ada satu kata yang sangat lekat dalam
proses penumbuhan budaya, yaitu kata disiplin. Disiplin merupakan upaya yang
dilakukan seseorang untuk mendapatkan kepatuhan, sehingga terkadang disiplin
berkecenderungan memunculkan ketidaknyamanan.
Tujuan mulia dari penerapan disiplin positif adalah agar terbentuk
murid-murid yang berkarakter, berdisiplin, santun, jujur, peduli, bertanggung
jawab, dan merupakan pemelajar sepanjang hayat sesuai dengan standar kompetensi
lulusan yang diharapkan.
Bapak
Pendidikan kita, Ki Hajar Dewantara menyatakan bahwa “dimana ada
kemerdekaan, disitulah harus ada disiplin yang kuat. Sungguhpun disiplin itu
bersifat ‘self discipline’ yaitu kita sendiri yang mewajibkan kita dengan
sekeras-kerasnya, tetapi itu sama saja; sebab jikalau kita tidak cakap
melakukan self discipline, wajiblah penguasa lain mendisiplin diri kita. Dan
peraturan demikian itulah harus ada di dalam suasana yang merdeka.
(Ki Hajar Dewantara, pemikiran, Konsepsi, Keteladanan, Sikap
Merdeka, Cetakan Kelima, 2013, Halaman 470)
Karena itulah, sebagai pendidik kita perlu menguatkan disiplin
positif di lingkungan sekolah kita agat tumbuh dan berkembang menjadi budaya
positif sekolah.
Bagaimana upaya kita menumbuhkan budaya positif di sekolah?
1.
Mulai
dari diri sendiri
Jadilah guru yang pantas menjadi
teladan murid, ubah paradigma stimulus respon kepada pendekatan teori kontrol.
Stephen R. Covey (Principle-Centered
Leadership, 1991) mengatakan bahwa,
“..bila kita ingin
membuat kemajuan perlahan, sedikit-sedikit, ubahlah sikap atau perilaku Anda.
Namun bila kita ingin memperbaiki cara-cara utama kita, maka kita perlu
mengubah kerangka acuan kita. Ubahlah bagaimana Anda melihat dunia, bagaimana
Anda berpikir tentang manusia, ubahlah paradigma Anda, skema pemahaman dan
penjelasan aspek-aspek tertentu tentang realitas”.
2.
Berkolaborasi
dengan rekan guru dan pemangku kepentingan sekolah
Diperlukan kerjasama dan dukungan semua
elemen pendidikan dalam menyusun program kegiatan pembiasaan positif sekolah.
3.
Membuat
kesepakatan kelas/sekolah
Untuk memunculkan nilai-nilai
kebajikan universal yang disepakati bersama sehingga akan menumbuhkan motivasi
intrinsik dari murid.
4.
Tuntun
murid menemukan dunia berkualitas
Cari tahu dari 5 kebutuhan dasar
manusia, kebutuhan dasar apa yang belum terpenuhi sehingga memicu murid/warga
sekolah melakukan pelanggaran, selanjutnya berikan solusi untuk memenuhinya.
5.
Gunakan
posisi kontrol yang tepat
Melanggar aturan merupakan sifat
alami manusia, karena itu diperlukan orang lain yang mengontrol dirinya jika
dia tidak bisa mengontrol dirinya sendiri.
6.
Lakukan
segitiga restitusi dalam menyelesaikan masalah
Mencari siapa yang bersalah bukanlah
tujuan penyelesaian masalah, namun menumbuhkan kesadaran diri tentang kesalahan
yang dilakukan dan upaya dari dalam diri sendiri menemukan solusi perbaikan
diri.
Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,
Salam Silaturrahim semoga jalinan ukhuwah kita tetap dalam lindungan Allah SWT, segala aktifitas kita senantiasa dalam bimbingan dan ridlo-Nya. Pada Tahun Pelajaran ini, kita memasuki babak baru pendidikan di Indonesia dengan diluncurkannya Kurikulum Merdeka. Sudah siapkah kita dalam menghadapinya? Mari kita saling berbagi informasi tentang Kurikulum Merdeka.
Merdeka Belajar Link Lengkap PAUD-SMA
Teruslah berbagi untuk kemajuan pendidikan di Indonesia.
Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Pada penulisan juranal pertama ini saya mengadopsi model 1:
4F (Facts, Feelings, Findings, Future) 4F merupakan model refleksi yang
dikembangkan oleh Dr. Roger Greenaway. 4F dapat diterjemahkan menjadi 4P
(Peristiwa, Perasaan, Pembelajaran, Penerapan)
Facts (Peristiwa)
Awalnya saya mengikuti seleksi Calon Guru Penggerak (CGP) karena ada rasa penasaran, apa itu guru penggerak. Sehingga ketika Kepala Sekolah dan Pengawas Sekolah menyampaikan informasi itu, saya tergerak ikut mendaftar hanya sekedar coba-coba. Ketika ternyata saya lolos seleksi tahap 1 dan 2 saya pun masih belum tahu apa yang harus saya lakukan. Sampai ketika saya mempelajari Modul 1.1 pada minggu ini , baik dari belajar mandiri, diskusi kelompok berkolaborasi dengan teman-teman sesama CGP, diskusi dengan Pengajar Praktik, Fasilitaor dan Instruktur, ternyata banyak hal dalam pembelajaran yang sudah saya lakukan selama ini masih kurang sesuai atau bisa dikatakan salah. Menjadi guru tidak hanya untuk menjadikan murid menjadi pintar secara intelektual saja, ada yang lebih penting dari itu, yaitu membuat mereka cakap dan cerdas emosi serta spiritualnya. Menjadi guru semestinya bisa menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan bukan malah menegangkan, pembelajaran itu harus menuntun bukan menuntut, pembelajaran dilandasi dengan kemerdekaan bukan pengekangan, agar kita bisa membawa murid-murid kita menuju keselamatan dan kebahagiaannya tanpa tanpa ada embel-embel karena kewajiban.
Tentunya banyak sekali hal yang harus saya ubah dalam
menyampaikan pembelajaran untuk bisa mewujudkan tujuan tersebut.
Di sinilah saya mendapat pelajaran baru bahwa untuk menjadi
guru yang benar-benar bisa digugu dan ditiru tidaklah mudah, butuh proses dan
belajar terus menerus. Saya merasa sangat senang mendapat kesempatan mengukuti
Program Pendidikan Guru Penggerak, inilah kesempatan saya untuk bisa
mengembangkan diri, merefleksikan semua yang sudah saya lakukan. Ketika di awal
saya hanya coba-coba tanpa mengerti tujuan, sekarang saya harus
membulatkan niat untuk bisa merubah diri
saya manjadi lebih baik dari diri saya yang kemarin, bukan berkeinginan agar
lebih baik dari orang lain.
Untuk bisa mewujudkan niat tersebut, hambatan dan tantangan
pasti ada. Pertama hambatan dari diri sendiri, kurangnya pengetahuan dan
wawasan dalam ilmu pembelajaran, menjadi guru juga harus menguasai ilmu
psikologi. Yang kedua hambatan dari lingkungan, baik lingkungan sekolah,
keluarga maupun masyarakat. Selama mengikuti pendidikan, tidak boleh saya harus
mengorbankan waktu interaksi dengan lingkungan terlebih dengan keluarga
sehingga saya juga harus belajar mengatur waktu sebaik-baiknya agar tugas-tugas
bisa terselesaikan dengan baik dan tuntutan sosial juga tidak terabaikan.
Hambatan bukan untuk dihindari, tapi hambatan adalah untuk
ditaklukkan. Alhamdulillah selama mengikuti pendidikan dalam minggu ini, saya
menemukan teman-teman yang hebat, saling mendukung dan memotivasi.
Feelings (Perasaan)
Memang pembelajaran melalui LMS bukan kali pertama yang saya ikuti, karena sebelumnya saya juga beberapa kali mengikuti bimtek yang diselenggarakan Kemenristek melalui portal SIMPKB dengan Seri Guru Belajarnya. Namun dalam pembelajaran Pendidikan Guru Penggerak saya merasakan hal yang berbeda, apalagi ketika melihat jadwal yang cukup padat. Ada perasaan takut, mampukah saya menyelesaikannnya? Tambah lagi di sekolah juga banyak tugas lain yang harus terselesaikan, ada administrasi BOS, pekerjaan OPS, bahkan sampai agenda pengecatan ruang kelas dan kantor. Namun saya mengganggap ini adalah proses yang harus saya lewati untuk bisa berubah, dan saya merasa beruntung bertemu dengan teman-teman guru hebat yang banyak memberi inspirasi saya. Saya akan berusaha untuk mengambil nilai-nilai positif yang saya dapatkan selama pembelajaran berlangsung
Findings (Pembelajaran)
Banyak sekali pengalaman baru yang saya peroleh selama pembelajaran berlangsung, selama ini saya mengenal konsep pemikiran KHD hanyalah Tut Wuri Handayani. Namun ternyata masih banyak konsep pemikiran beliau yang belum saya ketahui, dan ini membuat saya merasa sangat kecil dan belum mengerti apa-apa tentang pendidikan. Melalui pembelajaran ini saya jadi mengetahui ada merdeka belajar, menghamba pada murid, mendidik adalah menuntun, dan masih banyak lagi yang semaunya itu bermuara pada terbentuknya budi pekerti yang luhur.
Future (Penerapan)
Semua pengetahuan dan informasi yang saya peroleh selama
pembelajaran ini tentunya tidak akan bermanfaat dan berdampak apa-apa kalau
hanya tersimpan sebagai pengetahuan semata.
Sebagai seorang guru saya punya mimpi suatu saat nanti
murid-murid saya ada yang menjadi pemimpin bangsa, setidak-tdaknya murid-murid
saya harus lebih dibandingkan gurunya. Dengan menyadari kelemahan dan
kekurangan saya dalam melaksanakan pembelajaran selama ini, saya bertekad akan
mengubah cara dan pola pembelajaran konvensional yang jauh dari konsep
pemikiran KHD. Pertama saya akan mengajarkan anak dengan memberi tuntunan
melalui teladan, kemudian berusaha lebih mengenala karakteristik masing-masing
murid sehingga bisa memberi melaksanakan pembelajaran sesuai dengan kodrat
mereka, juga akan berusaha membuat kondisi sekolah yang menyenangkan sehingga
bisa membuat anak rindu sekolah.
Download Buku Kegiatan Ramadhan + Cover
Inilah 6 Tips Menghadapi Ujian Sekolah
1. Belajar dari Jauh-jauh Hari
Kebiasaan buruk yang sering dilakukan oleh siswa
adalah belajar dengan menggunakan sistem kebut semalam (SKS). Sistem belajar
seperti ini kurang efektif karena hanya akan membuat kamu menjadi kekurangan
waktu untuk istirahat. Waktu istirahat yang kurang tentu bisa berakibat buruk
karena menjadi mengantuk dan kurang fokus ketika mengerjakan soal-soal ujian.
Kekurangan waktu istirahat juga akan membuat otak
tidak bekerja dengan maksimal dan otak menjadi lebih sering blank. Kondisi
ini mengakibatkan kamu kesulitan mengerjakan soal yang diberikan dan
kehilangan konsentrasi. Supaya
kejadian ini tidak menimpa kamu sebaiknya belajar dari jauh-jauh hari karena
cara ini sangat efektif dan hasilnya juga lebih optimal.
2. Ciptakan Suasana Belajar yang Nyaman
Belajar menjadi kunci keberhasilan kamu saat
mengerjakan soal-soal ujian. Namun, tidak jarang siswa beralasan malas belajar
karena belajar itu merupakan aktivitas yang membosankan. Padahal ada beberapa
cara yang bisa dilakukan supaya belajar menjadi menyenangkan.
Agar mood belajar kamu lebih baik disarankan untuk
menciptakan suasana belajar yang nyaman dan menyenangkan. Pastikan suasana yang
tercipta sesuai dengan kepribadianmu. Misalnya belajar di kamar yang bersih dan
senyap, belajar di taman belakang rumah, dan sebagainya. Dengan menciptakan
suasana yang nyaman tentu akan membuat kamu menjadi lebih betah belajar dalam
jangka waktu yang lama.
3. Sering Mengikuti Belajar Kelompok
Jika kamu bosan belajar sendirian di rumah, tidak ada
salahnya untuk mengikuti belajar kelompok. Kamu bisa mengajak teman-temanmu
untuk belajar bareng supaya tercipta suasana belajar yang santai dan nyaman.
Jumlah teman yang diajak tidak perlu terlalu banyak. Dua atau tiga orang saja
sudah cukup untuk meminimalisir terlalu banyak mengobrol dan bercanda sehingga
menjadi tidak fokus belajar.
4. Pelajari Kisi-kisi Ujian
Sebelum ujian sekolah berlangsung biasanya guru akan
memberitahu kisi-kisi soal yang sering muncul di ujian. Soal-soal yang muncul
di ujian tidak akan jauh-jauh dari kisi-kisi tersebut. Maka dari itu, kamu
harus mempelajari kisi-kisi tersebut dengan sangat baik. Perlu diketahui jika
kisi-kisi ini akan memudahkan kamu belajar dikarenakan materi pelajaran yang
perlu dipelajari sudah tercantum dalam kisi-kisi tersebut. Jadi, kamu tidak
perlu takut dan cemas lagi.
Download kisi-kisi PAI di sini
5. Berlatih Mengerjakan Soal-soal
Tips menghadapi ujian sekolah selanjutnya yaitu dengan
memperbanyak berlatih mengerjakan soal-soal. Setelah kamu mempelajari dan
memperdalam materi pelajaran, agar lebih menguasainya sebaiknya mengerjakan
latihan soal. Dengan memperbanyak berlatih mengerjakan soal maka kamu akan
terbiasa untuk mengerjakan berbagai tipe soal dan cara penyelesaiannya.
Karena itu, yuk kita mulai belajar dari sekarang. Klik
tautan berikut ini :
Simulasi Ujian Sekolah PAI Paket 1
Simulasi Ujian Sekolah PAI Paket 2
Simulasi Ujian Sekolah PAI Paket 3
Simulasi Ujian Sekolah PAI Paket 4
Simulasi Ujian Sekolah PAI Paket 5
6. Jagalah Kesehatan
Segala persiapan menjelang ujian yang sudah dilakukan
akan sia-sia jika kondisi tubuhmu drop sehingga jatuh sakit. Ketika tubuh dalam
kondisi tidak fit tentu akan menurunkan semangat belajar. Jika tidak
menginginkan kondisi ini menimpa kamu berarti harus menjaga kesehatan dengan
baik. Caranya yaitu dengan rutin berolahraga dan menjaga pola makan
sehat.
Itulah informasi tentang 6 tips menghadapi ujian
sekolah. Pada intinya sebelum ujian sekolah diadakan kamu harus
mempersiapkannya dengan baik, salah satunya dengan belajar. Selain itu, kamu
bisa menerapkan tips-tips yang disampaikan diatas. Dengan persiapan yang
matang, ujian sekolah tidak lagi menjadi momok yang menakutkan untuk kamu
lewati!