Selasa, 07 Juni 2022

Refleksi Satu Pendidikan Guru Penggerak


 

Pada penulisan juranal pertama ini saya mengadopsi model 1: 4F (Facts, Feelings, Findings, Future) 4F merupakan model refleksi yang dikembangkan oleh Dr. Roger Greenaway. 4F dapat diterjemahkan menjadi 4P (Peristiwa, Perasaan, Pembelajaran, Penerapan)

Facts (Peristiwa)

Awalnya saya mengikuti seleksi Calon Guru Penggerak (CGP) karena ada rasa penasaran, apa itu guru penggerak. Sehingga ketika Kepala Sekolah dan Pengawas Sekolah menyampaikan informasi itu, saya tergerak ikut mendaftar hanya sekedar coba-coba. Ketika ternyata saya lolos seleksi tahap 1 dan 2 saya pun masih belum tahu apa yang harus saya lakukan. Sampai ketika saya mempelajari Modul 1.1 pada minggu ini , baik dari belajar mandiri, diskusi kelompok berkolaborasi dengan teman-teman sesama CGP, diskusi dengan Pengajar Praktik, Fasilitaor dan Instruktur, ternyata banyak hal dalam pembelajaran yang sudah saya lakukan selama ini masih kurang sesuai atau bisa dikatakan salah. Menjadi guru tidak hanya untuk menjadikan murid menjadi pintar secara intelektual saja, ada yang lebih penting dari itu, yaitu membuat mereka cakap dan cerdas emosi serta spiritualnya. Menjadi guru  semestinya bisa menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan bukan malah menegangkan, pembelajaran itu harus menuntun bukan menuntut, pembelajaran dilandasi dengan kemerdekaan bukan pengekangan, agar kita bisa membawa murid-murid kita menuju keselamatan dan kebahagiaannya tanpa tanpa ada embel-embel karena kewajiban.

Tentunya banyak sekali hal yang harus saya ubah dalam menyampaikan pembelajaran untuk bisa mewujudkan tujuan tersebut.

Di sinilah saya mendapat pelajaran baru bahwa untuk menjadi guru yang benar-benar bisa digugu dan ditiru tidaklah mudah, butuh proses dan belajar terus menerus. Saya merasa sangat senang mendapat kesempatan mengukuti Program Pendidikan Guru Penggerak, inilah kesempatan saya untuk bisa mengembangkan diri, merefleksikan semua yang sudah saya lakukan. Ketika di awal saya hanya coba-coba tanpa mengerti tujuan, sekarang saya harus membulatkan  niat untuk bisa merubah diri saya manjadi lebih baik dari diri saya yang kemarin, bukan berkeinginan agar lebih baik dari orang lain.

Untuk bisa mewujudkan niat tersebut, hambatan dan tantangan pasti ada. Pertama hambatan dari diri sendiri, kurangnya pengetahuan dan wawasan dalam ilmu pembelajaran, menjadi guru juga harus menguasai ilmu psikologi. Yang kedua hambatan dari lingkungan, baik lingkungan sekolah, keluarga maupun masyarakat. Selama mengikuti pendidikan, tidak boleh saya harus mengorbankan waktu interaksi dengan lingkungan terlebih dengan keluarga sehingga saya juga harus belajar mengatur waktu sebaik-baiknya agar tugas-tugas bisa terselesaikan dengan baik dan tuntutan sosial juga tidak terabaikan.

Hambatan bukan untuk dihindari, tapi hambatan adalah untuk ditaklukkan. Alhamdulillah selama mengikuti pendidikan dalam minggu ini, saya menemukan teman-teman yang hebat, saling mendukung dan memotivasi.


Feelings (Perasaan)

Memang pembelajaran melalui LMS bukan kali pertama yang saya ikuti, karena sebelumnya saya juga beberapa kali mengikuti bimtek yang diselenggarakan Kemenristek melalui portal SIMPKB dengan Seri Guru Belajarnya. Namun dalam pembelajaran Pendidikan Guru Penggerak saya merasakan hal yang berbeda, apalagi ketika melihat jadwal yang cukup padat. Ada perasaan takut, mampukah saya menyelesaikannnya? Tambah lagi di sekolah juga banyak tugas lain yang harus terselesaikan, ada administrasi BOS, pekerjaan OPS, bahkan sampai agenda pengecatan ruang kelas dan kantor. Namun saya mengganggap ini adalah proses yang harus saya lewati untuk bisa berubah, dan saya merasa beruntung bertemu dengan teman-teman guru hebat yang banyak memberi inspirasi saya. Saya akan berusaha untuk mengambil nilai-nilai positif yang saya dapatkan selama pembelajaran berlangsung

 

Findings (Pembelajaran)

Banyak sekali pengalaman baru yang saya peroleh selama pembelajaran berlangsung, selama ini saya mengenal konsep pemikiran KHD hanyalah Tut Wuri Handayani. Namun ternyata masih banyak konsep pemikiran beliau yang belum saya ketahui, dan ini membuat saya merasa sangat kecil dan belum mengerti apa-apa tentang pendidikan. Melalui pembelajaran ini saya jadi mengetahui ada merdeka belajar, menghamba pada murid, mendidik adalah menuntun, dan masih banyak lagi yang semaunya itu bermuara pada terbentuknya budi pekerti yang luhur.

 

Future (Penerapan)

Semua pengetahuan dan informasi yang saya peroleh selama pembelajaran ini tentunya tidak akan bermanfaat dan berdampak apa-apa kalau hanya tersimpan sebagai pengetahuan semata.

Sebagai seorang guru saya punya mimpi suatu saat nanti murid-murid saya ada yang menjadi pemimpin bangsa, setidak-tdaknya murid-murid saya harus lebih dibandingkan gurunya. Dengan menyadari kelemahan dan kekurangan saya dalam melaksanakan pembelajaran selama ini, saya bertekad akan mengubah cara dan pola pembelajaran konvensional yang jauh dari konsep pemikiran KHD. Pertama saya akan mengajarkan anak dengan memberi tuntunan melalui teladan, kemudian berusaha lebih mengenala karakteristik masing-masing murid sehingga bisa memberi melaksanakan pembelajaran sesuai dengan kodrat mereka, juga akan berusaha membuat kondisi sekolah yang menyenangkan sehingga bisa membuat anak rindu sekolah.


0 comments:

Posting Komentar